IPA Kelas 7 Semester 1
Penyelidikan IPA
Pada saat ini, penyelidikan tentang alam telah
menghasilkan kumpulan pengetahuan yang demikian kompleks. Untuk memudahkan,
pengetahuan-pengetahuan tersebut digolongkan menjadi empat (4), yaitu sebagai
berikut.
1) Fisika, mempelajari tentang aspek mendasar alam, misalnya materi, energi, gaya, gerak, panas, cahaya, dan berbagai gejala alam fisik lainnya.
2) Kimia, meliputi penyelidikan tentang penyusun dan perubahan zat.
3) Biologi,
mempelajari tentang sistem
kehidupan mulai dari ukuran renik sampai
dengan lingkungan yang sangat luas.
4) Ilmu Bumi dan
Antariksa, mempelajari asal mula bumi, perkembangan dan keadaan saat
ini, bintang-bintang,
planet-planet, dan berbagai benda langit lainnya.
Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan
Pengamatan objek dengan menggunakan indra merupakan
kegiatan yang penting untuk menghasilkan deskripsi suatu benda. Akan tetapi,
seringkali pengamatan seperti itu tidak cukup. Kamu memerlukan pengamatan yang
memberikan hasil yang pasti ketika dikomunikasikan kepada orang lain. Contoh,
pernahkah kamu pergi ke penjahit untuk minta dibuatkan baju? Bagaimana
penjahit dapat membuatkan baju dengan
ukuran yang tepat? Atau, pernahkah kamu melihat orang berjual beli buah,
misalnya duku? Bagaimanakah menentukan banyaknya duku secara akurat? Semua
peristiwa di atas terkait dengan kegiatan pengukuran. Pada bagian ini, kamu akan mendiskusikan dan
melakukan berbagai kegiatan
pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang sesuai.
1. Pengukuran
Mengukur merupakan kegiatan penting dalam kehidupan
dan kegiatan utama di dalam IPA. Contoh,
kamu hendak mendeskripsikan suatu benda, misalnya mendeskripsikan dirimu.
Kemungkinan besar kamu akan menyertakan tinggi badan, umur, massa tubuh, dan
lainlain. Tinggi badan, umur, dan massa tubuh merupakan sesuatu yang dapat
diukur. Segala sesuatu yang dapat diukur disebut besaran.
Seperti yang telah kamu lakukan, mengukur merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan. Misalnya, kamu melakukan pengukuran panjang meja dengan jengkalmu. Dengan demikian, kamu harus membandingkan panjang meja dengan panjang jengkalmu. Jengkalmu digunakan sebagai satuan pengukuran. Misalnya, hasil pengukurannya yaitu panjang meja sama dengan 6 jengkal.
Misalkan, kamu memiliki seekor kelinci. Hal apa dan besaran apa yang dapat diukur dari kelinci tersebut? Misalnya panjang telinganya, jarak loncatannya, dan frekuensi menarik napasnya tiap menit. Tentu saja, ada hal-hal yang tidak dapat diukur (bukan besaran) dari kelinci tersebut, seperti warna, bau, kasih sayang terhadap anaknya, takut terhadap anjing, dan lain-lain.
Misalnya, ada 3 temanmu
melakukan pengukuran panjang meja yang sama, tetapi dengan jengkal
masing-masing. Hasilnya, sebagai berikut.
» Panjang
meja = 6 jengkal Andrian.
» Panjang
meja = 5,5 jengkal Edo.
» Panjang
meja = 7 jengkal Emi.
Mengapa hasil ketiga pengukuran itu
berbeda? Jelaskan.
Sekarang bayangkan, apa yang terjadi jika setiap pengukuran di dunia ini menggunakan satuan yang berbeda-beda, misalnya jengkal? Ketika kamu memesan baju ke penjahit dengan panjang lengan 3 jengkal, kemungkinan besar hasilnya tidak akan sesuai dengan keinginanmu. Mengapa? Karena penjahit itu menggunakan jengkalnya. Demikian juga, jika satuan yang digunakan adalah depa, seperti Gambar 1.10. Oleh karena itu, diperlukan satuan yang disepakati bersama untuk semua orang. Satuan yang disepakati ini disebut satuan baku.diresmikan sebagai Sistem Internasional. Penamaan ini berasal dari bahasa Prancis, Le Systeme Internationale d’Unites.
Dalam satuan SI, setiap jenis ukuran memiliki satuan
dasar, contohnya panjang memiliki satuan dasar meter. Untuk hasil pengukuran
yang lebih besar atau lebih kecil dari meter, dapat digunakan awalan-awalan, seperti ditunjukkan dalam
Tabel 1.1. Penggunaan awalan ini untuk memudahkan dalam berkomunikasi karena
angkanya menjadi lebih sederhana. Misalnya, untuk menyebutkan 20.000 meter
dapat dipermudah menjadi 20 kilometer. Nilai kelipatan awalan tersebut
menjangkau objek yang sangat kecil
hingga objek yang sangat besar. Contoh objek yang sangat kecil adalah atom,
molekul, dan virus. Contoh objek yang sangat besar adalah galaksi.
Sistem Internasional lebih mudah digunakan karena disusun
berdasarkan kelipatan bilangan 10, seperti ditunjukkan pada Tabel 1.1.
Penggunaan awalan di depan satuan dasar SI menunjukkan bilangan 10 berpangkat
yang dipilih. Misalnya, awalan kilo berarti 103 atau 1.000. Berarti,
1 kilometer berarti 1.000 meter. Contoh lain, pembangkit listrik menghasilkan
daya 500 Mwatt yang berarti sama dengan 500.000.000 watt. Jadi, penulisan awalan menyederhanakan angka hasil
pengukuran, sehingga mudah dikomunikasikan ke pihak lain. Pengukuran yang baik
dan tepat memerlukan alat ukur yang
sesuai.

Komentar
Posting Komentar